Gangguan Konseterasi

Posted: 7 Maret 2011 in Bimbingan dan Konseling

GANGGUAN KONSENTERASI

By: Agus Ria Haniati

A. Pengertian Kurangnya Konsenterasi / Gangguan Konsenterasi

Konsentrasi adalah kecakapan yang bisa diajarkan oleh para orang tua dan guru (obert Dilts & Jenifer Dilts). Konsentrasi juga mengandung pengertian memusatkan pikiran untuk melakukan sesuatu. (http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH01b5/1000f7c1.dir/doc.pdf)

Supriyo (2008, 103) Konsentrasi adalah pemusatan perhatian, pikiran terhadap suatu hal dengan mengesampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Siswa yang tidak dapat konsentrasi dalam belajar berarti tidak dapat memusatkan pikirannya terhadap bahan pelajaran yang dipelajarinya. Konsentrasi dalam belajar akan meentukan keberhasilan belajar oleh sebab itu maka setiap pelajar perlu melatih konsentrasi dalam kegiatan sehari-hari.

Gangguan konsenterasi tergolong ke dalam salah satu jenis gangguan ADHD, singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau dalam bahasa Indonesia Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), suatu kondisi yang juga dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (Sulit memusatkan perhatian). Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder / ADD) adalah suatu pemusatan perhatian yang buruk atau singkat dan sifat impulsif (mengikuti kata hati) yang tidak sesuai dengan usia anak. ADD terutama merupakan suatu masalah dalam pemusatan perhatian, konsentrasi dan ketekunan menjalankan tugas. Anak juga mungkin bersifat impulsif dan hiperaktif. Pola perhatian anak terhadap suatu hal terbagi menjadi beberapa klasifikasi.

(http://74.125.155.132/search?q=cache:PRnF_vm3PgwJ:www.minmalangsatu.net/detail-artikel 18/CARA_MENGATASI_GANGGUAN_KONSENTRASI_BELAJAR.html+cara+mengatasi+gangguan+konsenterasi+belajar&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id).

Dari pengertian yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa, kurangnya konsenterasi dalam belajar adalah ketidak mampuannya seseorang untuk dapat memusatkan perhatian atau pikirannya dengan baik terhadap mata pelajaran yang sedang dipelajarinya, pola perhatian anak terhadap pelajaran terbagi kepada hal-hal lainnya diluar apa yang sedang dipelajarinya.

B. Ciri-ciri Gangguan Konsenterasi Belajar

Ciri-ciri yang sangat mudah dikenali untuk anak dengan gangguan pemusatan perhatian adalah tidak mampu menyaring rangsang yang datangnya dari luar.

Irwan Prayitno menyebutkan bahwa gangguan konsentrasi berhubungan dengan kemampuan anak untuk memperhatikan dan berkonsentrasi,kemampuan yang berkembang seiring dengan perkembangan anak. Anak yang sangat terganggu konsentrasinya mengalami kesulitan untuk memfokuskan konsentrasinya,perhatiannya dan menyelesaikan tugas secara terus menerus. Mereka sering lupa instruksi-instruksi, kehilangan barang-barang dan tidak mendengarkan orang tua dan gurunya (http://74.125.153.132/search?q=cache:pBwpHfbvv4kJ:kangheru.multiply.com/journal/item/17+konsentrasi+belajar&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a).

Gangguan konsentrasi berhubungan dengan kemampuan anak untuk memperhatikan dan berkonsentrasi, kemampuan yang berkembang seiring dengan perkembangan anak. Anak yang sangat terganggu konsentrasinya mengalami kesulitan untuk memfokuskan konsentrasinya, perhatiannya dan menyelesaikan tugas secara terus menerus. Mereka sering lupa instruksi-instruksi, kehilangan barang-barang dan tidak mendengarkan orang tua dan gurunya. Mereka mungkin melamun di kelas dan kelihatan gelisah. (http://74.125.155.132/search?q=cache:PRnF_vm3PgwJ:www.minmalangsatu.net/detail-artikel-18/CARA_MENGATASI_GANGGUAN_KONSENTRASI_BELAJAR.html+cara+mengatasi+gangguan+konsenterasi+belajar&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id).

 

C. Gejala Kurang Konsentrasi Belajar

Gejala-gejala yang nampak pada anak yang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi belajar dikemukakn oleh Supriyo (2008: 104), yaitu sebagai berikut :

1.      Pada umumnya anak merasa betah berjam-jam untuk kongkow-kongkow, nonton dsb. (di luar kegiatan belajar) tetapi kalau belajar sebentar sudah merasa tidak tahan

2.      Mudah kena rangsangan lingkungannya (seperti: suara radio, TV, gangguan adik/kakak)

3.      Kadangkala selalu mondar-mandir kesana kemari untuk mencari perelngkapan belajar

4.      Selesai belajar tidak tahu apa yang baru saja dipelajari.

 

D. Factor Yang Mempengaruhi Kurangnya Konsentrasi

Menurut Roberts Dilts dan Jennifer Dilt (http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH01b5/1000f7c1.dir/doc.pdf) sulitnya konsentrasi dipengaruhi karena mempunyai terlalu banyak gangguan atau kekawatiran, tidak mengetahui bagaimana melakukan segala sesuatu yang harus kita lakukan, ingin melakukan sesuatu yang lain kelelahan merasa tidak enak badan. Selain tersebut tadi sulitnya berkonsentrasi dipengaruhi oleh canggihnya teknologi jaman sekarang seperti komputer internet dan mainan yang dapat mengganggu konsentrasi anak seperti Playstation, video game.

Seorang anak bisa berkonsentrasi dengan baik atau tidak, dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal:

1.      Faktor internal adalah faktor yang muncul dalam diri anak itu. Sedangkan faktor eksternal adalah pengaruh yang berasal dari luar individu.

2.      Faktor internal misalnya ketidaksiapan mereka dalam menerima pelajaran, kondisi fisik, kondisi psikologis, modalitas belajar, sedangkan faktor eksternal misalnya adanya suara-suara berisik dari TV, radio, atau suara-suara yang mengganggu lainnya. (http://www.sscbandung.net)

Supriyo (2008; 104) menyebutkan bahwa sebab-sebab latar belakang anak tidak dapat konsentrai dalam belajar antara lain yaitu sebagai berikut :

1.      Anak tidak mmempunyai tempat tersendiri

2.      Anak mudah terpengaruh oleh situasi sekitar

3.      Dalam meja banyak gambar/ foto kekasihnya, kaca dsb. Sehingg adalam belajar mudah terganggu

4.      Anak tidak  merasa senang/ tidak berminat terhadap pelajaran yang dihadapi

5.      Kemungkinan lain badan dalam keadaan lelah/ sakit

6.      Baru mengalami stress/ tekanan jiwa karena pacarnya yang paling disayang meninggalkan dia, atau kehilangan salah satu anggota keluarganya.

 

E. Cara Mengatasi Kurangnya Konsenterasi Belajar

Di bawah ini ada beberapa tips untuk dapat berkonsentrasi dalam kegiatan belajar, diantaranya adalah:

1.         Jangan biarkan gangguan itu datang Biasanya ketika kita belajar, pasti akan datang yang namanya gangguan. Gangguan ini bentuknya bisa macam-macam. Mulai dari televisi, telepon hingga nyamuk yang menyerang. Kalau sudah diganggu, biasanya konsentrasi belajar jadi buyar. Untuk menghindari itu semua, kondisikan situasi di
sekitar kamu supaya gangguan-gangguan tadi bisa dihindari. Misalnya, matikan ponsel.

2.         Siapkan catatan kecil Jangan pernah meremehkan kekuatan dari sebuah catatan. Selalu siapkan beberapa lembar kertas berukuran kecil. Catat hal-hal yang penting untuk diingat.

3.         Buat target yang hendak dicapai Belajarlah dengan target. Tetapkanlah berapa jumlah halaman yang akan dibaca. Juga tetapkan berapa lama kamu akan belajar saat itu.

4.         Siapkan penghargaan untuk dirimu Setelah serius belajar, kamu butuh menyenangkan diri sendiri. Tetapkanlah satu imbalan untuk diri kamu sendiri. Misalnya, kalau kamu bisa mencapai target belajar kamu hari itu, kamu akan makan ice cream rasa coklat.

5.         Belajar tidak akan membuat temanmu hilang. Jangan pernah merasa kamu akan kehilangan teman-temanmu karena kamu serius belajar. Teman-teman kamu nggak bakalan ninggalin kamu. Kalau mereka ninggalin kamu, berarti mereka bukan teman yang baik.

(http://74.125.153.132/search?q=cache:RgVJVOrLb-MJ:kumpulantips.blogspot.com/2006/12/konsentrasi-belajar-yuk.html+konsentrasi+belajar&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a)

Ade Candra, 2006, menyebutkan bahwa kehilangan konsentrasi dalam taraf ringan, mungkin dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini:

1.      Berusaha untuk dapat fokus

2.      Senantiasa mencatat

3.      Berusaha untuk tetap menjaga alur pikiran

4.      Catat gangguan yang biasanya membuat kehilangan konsentrasi dan kerjakan sesuatu yang dapat mengurangi gangguan tersebut.

5.      Manjakan diri sendiri

6.      Hidup teratur dan istirahat cukup

7.      Bekerja cepat

(http://adecandra.blogspot.com/2006/04/bagaimana-mengatasi-gangguan.html).

DAFTAR PUSTAKA

Candra, Ade. 2006. Gangguan Konsenterasi. http://adecandra.blogspot.com/2006/04/bagaimana-mengatasi-gangguan.html

 

Supriyo. 2008. Studi Kasus Bimbingan dan Konseling. Semarang: CV. Nieuw Setapak.

 

http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH01b5/1000f7c1.dir/doc.pdf

 

http://www.sscbandung.net

 

http://74.125.153.132/search?q=cache:pBwpHfbvv4kJ:kangheru.multiply.com/journal/item/17+konsentrasi+belajar&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

 

http://viewietaga.blog.friendster.com/tag/pengertian/

 

http://74.125.153.132/search?q=cache:RgVJVOrLb-MJ:kumpulantips.blogspot.com/2006/12/konsentrasi-belajar-yuk.html+konsentrasi+belajar&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

 

http://74.125.155.132/search?q=cache:PRnF_vm3PgwJ:www.minmalangsatu.net/detail-artikel-18/CARA_MENGATASI_GANGGUAN_KONSENTRASI_BELAJAR.html+cara+mengatasi+gangguan+konsenterasi+belajar&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s